Minggu, 18 Maret 2012

Menggenggam Namamu

Aku berdiri ditengah derasnya hujan
Bergerumul dalam hujan
Aku merentangkan hati
Menggigil pun tak ku rasa
Aku merasa damai dalam irama hujan
Menari berdansa dengan hembusan angin beku membuat hari bertambah kaku
Dingin ku rasa di hati karena hujan, tapi tidak dengan tubuh mungil ku ini
Air mata beradu dalam hujan
Jatuh bergemericik tak bersuara ke jalan setapak
Dalam lirih, aku memanggil namanya "Agung.."
Mengucap satu kata yang menjadi nama
Aku mengelu-elu kan namanya di tengah riuhnya hujan
Namun langit bergemuruh kuat
Aku bergetar..
Langit marah, aku takut
Disitu pun aku merasa langit tengah cemburu dengan ku
Aku bersikukuh
Aku memandang sekeliling, kabur
Yang tampak hanya cahaya kilat di langit abu-abu
Aku melenguh, menggenggam erat namanya untuk ku bawa pulang
Membatin, memanggil namanya pelan
Berharap ia mengenalku dalam suara hujan,
Bahwa aku lah perempuan yang tengah berucap pelan mengundang namanya disini,
Menari berdansa dalam irama hujan
Aku dan namanya, menyatu dalam seruan hujan malam
Meski jiwanya tidak disini,
Namun aku tahu dia ada walau dalam wujud rasa
Rasa yang disebut cinta

Tidak ada komentar: