Aku berdiri dalam malam
Di persimpangan jalan
Lampu toko warna-warni diseberang itu
membuat mataku perih
aku membuang pandangan
jauh kejalan kosong yang ku layangkan ntah kemana
menuju lorong-lorong perumahan
meliuk-liuk mencara-cari si pria
angin merangkul ku dengan mesra
aku bertanya pada angin:
"Bagaimana jika aku bertemu dengannya?"
bisikan mesra angin menggerakkan liar daun telinga kanan ku, berkata:
"Pegang tangannya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar