Rabu, 18 Juli 2012

Subuh, pagi, siang, senja, malam

Subuh...
Dalam sujud aku merengkuh do'a untuk rasa yang ku ingin utuh

Pagi...
Membuka tirai jendela
Mentatap mentari berseri
Apa kau disana sedang berdiri?
Berdua dengan dia lagi?
Atau sendiri?

Siang...
Tiba-tiba saja aku meriang
Padahal hujan tidak riang
Kau juga senang hujan kan? tempat kita mengirim rindu sayang
Sedang hujan tak juga datang
Aku berang

Senja...
Lihat langit mulai merangkak jingga
Malu merona
Mana warna yang kau sebut cinta dan setia?

Malam...
Tatap aku dalam-dalam
Detik ini air mata tak terpendam
Dulu, sekarang, mungkin akan datang, aku tetap memendam
Kau paham?

Tidak ada komentar: