Sabtu, 23 Maret 2013

Tiga Manusia, Satu Cinta

Tiga lampu = Tiga manusia, satu cinta
Cinta harusnya memang begini
Jatuh ke dalam cerita basi
Mengguncang lara hati
Muntah setiap hari

Cinta harusnya memang begini
Diperankan oleh tiga hati
Satu yang dicintai
Dua yang mencintai

Cinta harusnya memang begini
Ada yang dipilih
Ada yang memilih
Ada yang disakiti
Ada yang tersakiti
Ada yang pergi
Ada yang tetap berdiri
Ada yang dimaki
Ada yang berbesar hati
Ada yang ditangisi
Ada yang tak peduli

Cinta harusnya memang begini
Kamu sudah memilih
Wanita yang lebih dulu kau singgahi
Aku tidak dipilih
Hati memang dipilih

Cinta harusnya memang begini
Katamu, kau ingin kembali
Kataku, aku tak ingin kembali

Cinta harusnya memang begini
Mengajarkanku untuk berbesar hati
Mengalah untuk cintanya padamu selama ini
Sadar akan diri ini
Sadar akan ketidakpantasan diri ini
Sadar akan malu pada Tuhanku Yang Maha Tinggi

Cinta harusnya memang begini
Katamu, aku lebih mengerti
Kataku, aku tak tahu diri
Tak pernah ada waktu terulang lagi
Kesempatan telah dirampas waktu silih berganti

Cinta harusnya memang begini
Tak pernah tega sendiri
Tak pernah tega meninggalkan cinta sejati


Cinta harusnya memang begini
Kamu sudah memilih
Aku bukan untuk hidupmu lagi
Dan dia ada untuk hidup dan jiwamu nanti

Cinta harusnya memang begini
Pergilah
Larilah
Terbanglah
Aku harus melanjutkan hidupku di sini
Aku tak ingin
Mati dengan membawa cintamu ke abadi

Cinta harusnya memang begini
Aku... Memang masih mencintai
Sejak setahun yang lalu kita saling mengisi
Hingga kini
Di tempatku berdiri

Cinta harusnya memang begini
Aku tahu kamu tahu
Kita sama-sama menanti
Waktu yang pertemukan dua hati
Tak akan ada lagi tiga hati
Untuk satu cinta

Senin, 18 Maret 2013

Langit-langit

Langit dan putih bajuku
Ada langit
Langit biru sepandangan mata
Menggantung jauh diatas kepala
Menggantung jauh diatas mimpi
Menggantung lama sampai ke ujung umur

Ada langit
Langit biru
Jauh kedalam hati
Meluaskan ruang-ruang kebebasan
Menghembuskan nafas lega

Ada langit
Menggantung lembar-lembar baju
Mengibaskan rambut selendang
Mengibaskan rok sutra

Ada langit
Tangan-tangan diatas kepala
Meraih awan berbusa
Tangan-tangan menggenggam
Kosong tak bernyawa

Ada langit
Langit biru dikedamaian hati
Bersama angin
Menampar-nampar wajahku